-
Team BMT ABAF
Kerjasama tim adalah kunci penting dari keberhasilan suatu perusahaan. Sebab kerjasama yang baik dapat mempengaruhi produktivitas sebuah perusahaan.
-
Rapat Kerjasama
Bersama dengan beberapa mitra membahas strategi bisnis BMT ABAF.
Berlokasi di aula Hotel Metland -
-
Pelatihan Menulis bersama Coach Erwin, Supported ABAF (18/09)
Mulailah menulis Karena itu perintah Allah SWT lewat Al-Quran, Maka namamu akan jadi pembicaraan sepanjang zaman dan karena tulisanmu akan jadi amal jariyah bagimu.
-
Penandatanganan Akta Notaris (19/08)
Penandatanganan akta notaris BMT ABAF oleh ketua Kopsyah Abaf Bina Sejahtera dalam rangka perizinan KEMENHUMKAM
Kunjungan Kerja BMT ABAF di Kantor BSI Cabang Bekasi Kota
MULAILAH DARI DIRIMU
Oleh: Khairul Anam
Ada sebuah kisah menarik tentang seseorang yang punya ambisi untuk melakukan perubahan. Dengan segala energi dan pengetahuan yang ia miliki, ia bertekad untuk mengubah dunia, setelah sedemikian keras usahanya untuk mewujudkan perubahan seperti yang ia inginkan, namun hasilnya zero, terlalu berat baginya untuk merubah dunia seperti yang ia inginkan. Dengan penuh kesadaran atas beratnya tantangan yang ia hadapi dalam upaya melakukan perubahan dunia, akhirnya ia mengurungkan niatnya. Namun semangatnya tidak pernah sirna untuk melakukan perubahan, akhirnya ia turunkan jangkauan yang ingin ia rubah menjadi satu bangsa, dengan segala upayanya ia berusaha mengubah suatu bangsa dengan banyak tantangan yang mungkin tidak pernah ia perhitungkan, pun akhirnya dia menyerah.
Seiring penuaan yang semakin dirasakan dampaknya dalam dirinya dan energi semakin menurun, akhirnya ia memutuskan dan bertekad untuk merubah suatu desa menjadi desa yang ia inginkan, pun seperti sebelum-sebelumnya. Langkahnya pun gagal untuk mengubah total seperti yang ia inginkan. Usia semakin menua dan akhirnya ia bertekad untuk mengubah dirinya, lalu keluarganya, kemudian lingkungan sekitarnya, dengan cara begitu ia pun berhasil. Seraya berkata dengan penuh penyesalan, seandainya dari dulu sewaktu masih muda saya memulainya dengan mengubah diri saya sendiri, niscaya saya mampu setidaknya mengubah sebuah bangsa menjadi bangsa yang saya inginkan.
Seperti halnya kisah di atas, kalau kamu ingin melakukan perubahan dalam sebuah perusahaan, maka mulailah dari dirimu, jangan paksa orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah kau lakukan. Jangan paksa orang lain untuk disiplin kalau kamu belum bisa disiplin. Rubahlah dirimu terlebih dahulu, barulah meminta orang lain berubah. Cara ini adalah cara yang paling efektif dalam melakukan sebuah perubahan. Perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa adanya kemauan keras untuk mengubah dari dalam, terutama dari diri sendiri.
Tanpa menafikan sebuah ungkapan yang sangat populer “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan meraih kesuksesan” dan ungkapan “Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada jalan keluar” dua ungkapan ini tidak ada yang salah, dua-duanya benar dan sudah terbukti untuk banyak orang, sama sekali tidak bertentangan dengan kisah di atas. Saya tidak ingin mengatakan bahwa sosok yang disebut dalam kisah di atas gagal, yang ingin saya katakan adalah semangat harus disertai dengan ilmu/pengetahuan dan cara-cara yang cerdik, maka kesuksesan akan lebih mudah diraih dari pada semangat yang tidak disertai dengan cara yang cerdik.
Contoh sederhana kesuksesan besar yang diraih dari lingkup kecil adalah kesuksesan dakwah nabi, dakwah beliau dimulai dari pengendalian diri sendiri, keluarga kemudian orang-orang sekitarnya. Meski dibenci dan dicaci maki, ia tidak pernah memusuhi mereka. Cacian dan makian mestinya dijadikan alat untuk introspeksi diri. Seandainya beliau bersikap kasar terhadap orang-orang yang menolak dakwahnya, niscaya beliau akan ditinggalkan oleh mereka, tapi karena beliau selau bersikap lemah lembut terhadap mereka, maka terbukalah jalan hidayah buat mereka untuk mengikuti ajaran beliau.
Cara-cara yang diterapkan nabi dalam berdakwah mestinya dapat kita teladani dan terapkan dalam semua kehidupan, di lingkungan keluarga, masyarakat tempat kerja dan sebagainya. Sikap lemah lembut, menghargai, menghormati orang lain dan sebagainya. Nabi itu sosok yang layak dihormati dan dihargai, tapi beliau tidak pernah gila hormat, justru beliaulah yang mengajarkan kepada masyarakat bagaimana seharusnya bersikap terhadap sesama, tanpa memandang kedudukan, ras dan suku. Banyak sekali hadis yang meriwayatkan tentang sikap ramah beliau terhadap sesama.
Kita pun demikian, mulailah untuk menghargai, menghormati, sopan dan santun terhadap orang lain, karena kesombongan itu tidak pernah dibenarkan dan siapapun tidak berhak sombong selain Allah. Jabatan dan kekayaan yang kita miliki adalah sebuah titipan yang harus dijaga dan tidak boleh dijadikan sarana untuk menyombongkan diri.
Khaira Ummah
(Sebaik-baik Umat)
Oleh: Khairul Anam
Umat Islam mendapat gelar khaira ummah bukan
lantaran menganut agama yang terakhir kali turun sebagai penyempurna dari
agama-agama yang ada sebelumnya. Sebagai agama bungsu, Islam mempunyai ajaran
yang mencakup seluruh alam, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tidak seperti
ajaran-ajaran agama sebelumnya yang terbatas oleh ruang tertentu.
Gelar khaira ummah yang Allah berikan untuk umat
Islam tentu bukan tanpa dasar yang kuat. Paling tidak ada tiga poin penting
mengapa umat Islam layak mendapat gelar khaira ummah dari Allah. Pertama,
Islam adalah tergolong agama yang sangat toleran dan lemah lembut, terhadap
pemeluknya maupun penentangnya. Mengajak orang untuk memeluk agama Islam pun
tidak dibenarkan dengan cara kekerasan, arogansi dan memaksa. Cukup
menyampaikan ajaran-ajarannya kepada mereka dengan baik dan lembut. “Maka
berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan
diri dari sekitarmu”.
Kewajiban umat Islam adalah menyeru kebaikan dengan baik
dan lembut, bukan menyeru terhadap kebaikan tapi dengan cara-cara yang tidak
baik. Persoalan mereka ikut terhadap ajakan kita adalah perkara lain di luar wilayah
manusia. Sebab hanya Allah lah yang dapat memberikan petunjuk terhadap orang
yang Ia kehendaki. (Al-Qashas: 56)
Al-Qur’an sebagai pedoman utama umat Islam menuntun
manusia untuk selalu bekerja keras, berkreasi dan berinovasi. Karena Islam
tidak menutup diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Dalam salah satu
ayat al-Qur’an Allah mempersilahkan manusia dan bangsa Jin untuk menembus bulan
“jika mereka mampu”, tawaran ini harus dipahami sebagai sebuah isyarat bahwa
manusia dengan kemampuan akalnya dapat menembus planet bulan.
Kedua, setelah perintah menyeru terhadap
kebaikan, selanjutnya mencegah kemungkaran. Kemungkaran adalah sesuatu yang
dibenci dalam Islam, maka dalam mencegahnya pun tidak dibenarkan dengan
cara-cara yang mungkar. Apalah artinya mencegah kemungkaran, tapi dengan
cara-cara yang mungkar. Bukankah ini kemungkaran melahirkan kemungkaran baru
dan begitu seterusnya.
Salah satu bentuk kemungkaran adalah kehidupan yang
statis, berpangku tangan, tidak berkreasi, tidak berinovasi, tunduk pada
keadaan dan menunggu belas kasihan orang. Sikap-sikap seperti ini sangat
dikecam dalam Islam. Tidak ada satupun ajaran Islam yang membenarkan sikap
pemalas dan frustrasi. Maka orang-orang seperti ini harus diajak terhadap
kebaikan, dengan membangkitkan semangatnya dan menyadarkan mereka supaya
menjadi semangat dan inovatif.
Ketiga, beriman kepada Allah. Keimanan bukan
semata pengucapan dalam lisan. Lebih dari itu apa bila seseorang mampu
menterjemahkan dan mewujudkan mimpi-mimpi Allah yang tertuang dalam kitab suci
umat Islam. Kesempurnaan keimanan kepada Allah tidak bisa dicapai hanya dengan
mengerjakan rukun iman yang enam semata. Keenam rukun iman itu sebagai induk
dari kewajiban-kewajiban yang lainnya. Kerukunan dan sifat saling menghormati
dan menghargai serta persatuan dan kebersamaan dapat kita temukan dalam
perintah dan pelaksanaan shalat, dan begitu seterusnya.
Iman kepada Allah berarti menyatakan kesanggupan untuk
tunduk dan patuh terhadap syariat-Nya, baik berupa perintah dan larangannya.
Jangan merasa beriman kepada Allah kalau di sekitarnya masih banyak orang
kelaparan sementara kamu hidup bermegah-megahan. Jangan pula kamu berasa
beriman kalau suka mengadu domba satu sama lainnya, suka mengecilkan dan tidak
menghargai orang lain. Sifat-sifat sepeti itu sama sekali tidak dicontohkan
oleh nabi.
Khaira Ummah Dalam Konteks Kekinian
Dalam konteks kekinian, khaira ummah adalah umat
yang kuat dalam pendidikan, ekonomi dan moral. Pertama, pendidikan.
Islam bukan agama yang anti pendidikan, justru dalam banyak ayat maupun hadis
nabi perintah untuk menuntut ilmu sangat banyak dan tidak dibatasi oleh ruang
dan waktu. Dipersilahkan menuntut ilmu sampai kapanpun dan kemanapun.
Maksimalkan akal yang telah Allah anugerahkan untuk merenungkan ayat-ayat-Nya,
baik ayat Qauliyah dan terutama Kauniyah. Penguatan literasi
sejatinya selalu ditekankan pada umat Islam sebagaimana dulu ia berjaya, dan melahirkan
banyak tokoh dari berbagai disiplin keilmuan, sehingga umat Islam dahulu
sebagai penemu teori bukan penikmat. Berbeda dengan sekarang, di mana umat
Islam hanya sebagai konsumen dari hasil temuan orang-orang barat. Situasi ini
berbalik karena lemahnya literasi umat Islam, yang seolah-olah menjadi umat
pemalas.
Pola pendidikan dari masa ke masa harus diupgrade, tidak
mesti mengikuti pola-pola yang lama, yang hanya mengandalkan kekuatan telinga
dengan metode pidato, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyataan zaman.
Inovasi dalam pengelolaan pendidikan harus terus dikembangkan agar kita bisa
belajar di mana saja dan kapan saja. Sehingga buruh yang masuk kerja tiap hari
pun mendapatkan pendidikan yang cukup, dan pola pikirnya akan terus berkembang
sehingga tidak menjadi buruh selamanya.
Lahirnya aplikasi “Ruang Guru” adalah salah satu contoh
inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi sekarang. Sehingga
siapa saja dapat belajar melalui aplikasi tersebut tanpa rasa malu karena sudah
berusia. Mereka pun bisa belajar apa saja di luar bidang yang ia tekuni. Bisa
belajar di mana saja hanya lewat genggaman tangan. Tapi kenyataan di lapangan
tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan, faktanya masih banyak
orang-orang yang pikirannya KUDET, padahal media belajar sudah sangat gampang.
Makan tantangan berikutnya adalah bagaimana menyadarkan mereka akan pentingnya
pendidikan dan ilmu pengetahuan. Lihat saja mereka yang tidak belajar, lambat
laun akan ditinggalkan dan tidak dibutuhkan oleh siapapun.
Kedua, penguatan ekonomi. Salah satu tolak
ukur kemajuan sebuah bangsa adalah penguasaan dan kekuatan di bidang ekonomi.
Kekuatan di bidang ekonomi akan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan
masyarakat. Lihat saja negara-negara miskin di dunia ini lalu bandingkan dengan
negara-negara adidaya, bagaimana kehidupan warga masing-masing negara tersebut.
Kalau masyarakatnya setiap hari hanya memikirkan apa yang akan di makan hari
ini, dan tidak punya waktu untuk memikirkan masa depan. Bagaimana sebuah bangsa
bisa maju dengan kondisi masyarakat seperti ini?
Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya, justru
menyeru untuk bekerja keras dan berinovasi dan mencela orang yang bermalas-malasan.
Dalam surah al-Jumu’ah Allah menyeru umat Islam untuk bertebaran di muka bumi
mencari karunia Allah. Tidak ada larangan sama sekali untuk bekerja selama
tidak mengabaikan kewajiban-kewajiban yang lainnya, berupa shalat dll.
Dalam Surah al-Insyirah misalnya, Allah membangun sifat
optimisme dan kerja keras. Berapapun kesulitan yang tengah kau hadapi, tetaplah
optimis dan bekerja keras dan setelah engkau selesai dari suatu pekerjaan,
tetaplah bekerja keras untuk pekerjaan yang lain dan hanya kepada Tuhanmu lah
engkau berharap. Dengan bekerja keras seseorang akan mampu memenuhi
kebutuhannya dan dapat menggapai kesuksesan yang hakiki, baik jasmaniah maupun
rohaniah.
Umat Islam harus survive dalam merespon kemajuan Financial
Tehnologi yang terus berkembang dan menyasar hingga masyarakat menengah ke
bawah. Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan untuk mengimbangi kemajuan dan
tuntutan zaman. Kalau kita tidak cepat dalam merespon fintech maka kita
hanya akan menjadi konsumen dari produk-produk lembaga keuangan konvensional.
Kita punya konsep ekonomi yang cukup bagus dan tentu disukai oleh masyarakat
umum, hanya saja kita ketinggalan dalam hal teknologi. Konsep ekonomi kita
adalah berkeadilan dan tidak memberatkan.
Sejarah membuktikan bahwa salah satu faktor kemandirian
dan kejayaan Islam adalah kekuatan dan kemandiriannya dalam bidang ekonomi dan
perdagangan. Cermati beberapa kisah sahabat nabi yang kaya raya, seperti Ustman
bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Hemat saya, salah satu faktor kesuksesan
dakwah nabi adalah karena didampingi oleh sahabat yang komplit. Ada yang
pemberani seperti Umar, ada yang bijaksana seperti Abu Bakar, ada yang pintar
seperti Ali dan ada yang kaya seperti Utsman.
Rumusan sistem bisnis Islam jika dielaborasi dengan
teknologi dan didesain menurut selera pangsa pasar modern akan menjadi sesuatu
yang menarik terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Antusiasme umat Islam dalam fintech dapat kita lihat dari perkembangan
dan menjamurnya lembaga-lembaga keuangan berbasis syariah baik berupa bank
maupun koperasi. Puncaknya adalah ditandai dengan diresmikannya PT. Bank
Syariah Indonesia Tbk (BSI) oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2021. BSI
merupakan merger dari tiga bank syariah milik BUMN yaitu PT. Bank BRI Syariah,
PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank BNI Syariah.
Diresmikannya BSI adalah bukti nyata bagi perkembangan
ekonomi syariah di Indonesia, pertumbuhannya dari tahun ke tahun terus naik.
Pada tahun 2018 ekonomi syariah berada di peringkat ke-10 dunia, pada tahun
2019 melesat ke peringkat 5 dan pada tahun 2020 menjadi peringkat ke-4. Dari
sisi kinerja, menurut Presiden Joko Widodo kinerja perbankan syariah di
Indonesia lebih baik dibandingkan dengan perbankan konvensional.
Ketiga, moralitas atau akhlak. Perubahan dari
satu masa ke masa berikutnya tidak dapat kita hindari, perubahan ini terjadi
hampir di seluruh sektor kehidupan, dan perubahan itu ada yang bersifat positif
dan ada pula yang negatif. Salah satu contoh adalah kemajuan di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi
diharapkan dapat membentuk masyarakat Madani baik di kalangan remaja
maupun bangsa. Kenyataannya justru sebaliknya, nilai-nilai kesopanan, menghargai
orang tua dan prilaku baik (ahlak) semakin jarang kita temui dari kalangan
remaja dewasa ini. Bukan karena pendidikan mereka rendah dan berpengetahuan
dangkal. Kemajuan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi ternyata tidak
menjamin moral bangsa menjadi lebih baik.
Kenapa Akhlak/moral menjadi penting dalam kehidupan
bermasyarakat atau bernegara? Hemat saya, akhlak yang baik menjadi salah satu
penentu keberlangsungan bermasyarakat dan negara. Tatanan sosial yang berakhlak
akan berdampak terhadap keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Kita
tidak akan dipertontonkan lagi dengan tindakan-tindakan yang tidak bermoral
seperti perampokan, pembegalan, pemerkosaan di ruang umum, pengrusakan
fasilitas publik, korupsi dan tindakan-tindakan amoral lainnya.
Oleh sebab itu, salah satu misi penting diutusnya nabi
Muhammad adalah untuk menyempurnakan akhlak, bukan hanya mengajak umatnya untuk
menyembah Allah dan meng-Esakannya serta menyebarkan syariat Islam. Bentuk
dakwah nabi tidak hanya mengajak orang untuk ber akhlak mulia, beliau sekaligus
memberi contoh kepada umatnya. Itulah sebabnya Allah menyebutnya sebagai uswatun
hasanah. Gelar ini beliau dapat karena sikap dan perilaku serta
perkataannya selalu mengandung kebaikan. Tidak seperti kebanyakan orang saat
ini, antara ucapan dan perilakunya berseberangan.
Maka salah satu syarat penting untuk menjadi khaira
ummah adalah moral yang baik dan terpuji, sehingga tercipta kenyamanan dan
keamanan dalam bermasyarakat maupun bernegara.
Kolaborasi mobile banking BMT ABAF
| Perjanjian Kerja Sama PT. Bimasakti Multi Sinergi dan BMT ABAF |
Selaras dengan visi BMT ABAF yaitu digitalisasi Koperasi.
Maka team BMT memastikan langkah utamanya untuk membuat “Mobile Koperasi”
sekaligus sebagai salah satu identitas Koperasi Digital. Mobile Koperasi ini
juga diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada para anggota dalam
bertransaksi dan mengembangkan bisnisnya.
Dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah, tentu
terdapat banyak perbedaan antara Mobile Koperasi ini dengan kompetitor-kompetitornya.
Perkembangan teknologi sangat berdampak pada semua lini, terutama kehidupan ekonomi
masyarakat. Jika umat Islam tidak ikut andil dalam menyikapi perkembangan
teknologi, terutama dalam hal Financial Technology, maka masyarakat muslim akan
menjadi konsumen dari produk-produk lembaga keuangan konvensional.
Lahirnya Financial Technology yang berbasis syariah adalah
salah satu langkah tepat umat Islam dalam menyikapi kemajuan teknologi,
sekaligus memberikan kemudahan untuk mendapatkan dana yang diinginkan dengan
waktu yang singkat dan mudah prosesnya.
Apresiasi umat Islam terhadap tumbuh-kembangnya praktek
ekonomi syariah sangat tinggi, terutama dengan menjamurnya pendirian lembaga
keuangan syariah. Fintech Syariah adalah salah satu inovasi layanan
keuangan berbasis syariah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Upaya ini
dilakukan supaya umat Islam punya alternatif dalam mengelola keuangan sehingga
terbebas dari praktik-praktik yang mendekati riba. Lembaga keuangan syariah
memberikan penawaran dan skema yang berbeda dengan layanan konvensional. Skema
itu tentu saja tidak terlepas dari karakteristik dan nilai-nilai Islam, yaitu
kemudahan dan keadilan.
BMT ABAF dengan Koperasi Mobile nya diyakini dapat bersaing
dengan lembaga-lembaga keuangan konvensional yang sudah mapan, keyakinan ini bukanlah
tanpa dasar yang kuat. Paling tidak ada dua hal yang membuat yakin. Pertama,
Digitalisasi/teknologi, tidak seperti BMT/Koperasi pada umumnya, BMT ABAF sudah
menggunakan digital dan teknologi dalam segi pengelolaan dan pengembangan,
sebagaimana lembaga keuangan pada umumnya. Kedua, mengingat mayoritas warga
negara Indonesia beragama Islam, maka BMT ABAF dengan pengelolaan berbasis
Islam, sangat potensial menjadi sebuah lembaga keuangan yang besar dan
terkemuka.
Dengan menggandeng PT. Bima Sakti dalam pembuatan Mobile
Koperasi, diharapkan BMT ABAF dapat bersaing dan menjadi contoh dari
Koperasi-koperasi yang ada di Indonesia.



