h

Pelatihan Coresystem BMT ABAF

 


Bandung, 25 Agustus 22

Sampai detik ini BMT ABAF terus mencari vendor-vendor terbaik dalam negeri yang dapat merepresentasikan kebutuhan BMT ABAF, atau setidaknya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan BMT ABAF. Sejauh ini sudah kurang lebih satu tahun BMT ABAF berkelana dalam mencari vendor core system yang memadai. Sudah puluhan perusahaan yang disurvei dan beberapa di antaranya telah mempresentasikan core systemnya, tapi belum ada yang sanggup menjawab atau menterjemahkan keinginan dan ide-ide yang muncul dari para pioner BMT ABAF dalam core system mereka.

Namun, setelah salah satu pengurus BMT ABAF mengikuti pelatihan di Bandung, yang diinisiasi oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) selama 4 hari full. Peserta pelatihan tersebut terbagi menjadi dua: Pertama Offline (yaitu yang hadir langsung di tempat) dan dibatasi satu orang Kedua Online (yang peserta yang ikut dari kantor masing-masing) Pada pelatihan tersebut Koperasi-Koperasi non digital diarahkan untuk dapat memanfaatkan digitalisasi guna mempermudah dan mengefisien waktu. Langkah yang tepat bagi BMT ABAF karena telah ikut bergabung dalam pelatihan tersebut, sehingga dapat menguatkan pemahaman SDM nya tentang pentingnya digitalisasi.

Semua materi yang dipaparkan oleh para pembicara, sebagian besar sudah dibahas di internal BMT ABAF, terutama mengenai digitalisasi Koperasi. Namun ada satu hal yang menarik dalam pelatihan tersebut, yaitu simulasi core system IBS Lite yang merupakan produk dari PT. USSI. Menariknya, semua peserta pelatihan yang mewakili Koperasi atau BMT masing-masing diberi akun khusus yang dapat menjajal core system tersebut. Mulai dari pendaftaran nasabah, transaksi Teller, autodebet dan sebagainya.

Selama pelatihan tersebut berlangsung, tim BMT ABAF yang ikut pelatihan online mulai tryel core system tersebut dari semua fitur/menu yang ada. Nampaknya ini menarik dari pada yang sebelum-sebelumnya, lebih mendekati pada kebutuhan BMT ABAF meski ada beberapa yang perlu diadaptasikan.

Beberapa hari setelah pelatihan tersebut, BMT ABAF mulai serius memahami core system tersebut. Maka lahirlah kesimpulan untuk menggunakan Core system IBS Lite milik USSI, sehingga pada hari Jum’at 05 Agustus 22 telah diadakan penandatanganan kontrak kerjasama antara BMT ABAF dengan USSI yang masing-masing diwakili oleh H. Suparto dan Noor Rakhman Erwiyanto dari BMT ABAF dan Aslichan Burhan dari pihak USSI. Tentu tidak selesai sampai di sini. Karena ada beberapa dalam core system tersebut yang harus disesuaikan.

Beberapa hari setelah penandatanganan PKS tersebut, karena kepadatan jadwal masing-masing, baik pihak BMT maupun USSI, maka diadakanlah meeting online. Meeting online ini ternyata kurang efektif, karena beberapa ide penyesuaian yang disampaikan oleh tim BMT ABAF tidak tersampaikan secara maksimal, sehingga sulit dipahami oleh tim USSI.

Mengingat waktu yang dimiliki ABAF cukup singkat untuk segera beroperasi, sementara kebutuhan yang paling urgen pada saat beroperasi salah satunya adalah core system, maka tepat seminggu setelah meeting online tersebut, tepat pada tanggal 25 Agustus 22 tim BMT ABAF memilih jemput bola, dengan merapat ke Bandung (Kantor USSI) untuk membahas lebih lanjut terkait penyesuaian core system milik mereka dengan kebutuhan yang ada di BMT ABAF.

Share:

Kunjungan Kerja BMT ABAF di Kantor BSI Cabang Bekasi Kota


Kunjungan ini dilaksanakan tepat pada tanggal 22 Maret 2022. Dari BMT ABAF diwakili oleh bapak Erwin, Khairul Anam dan Mahrus dan disambut hangat oleh pimpinan bank BSI Cabang Bekasi Kota bapak Bahaudin dan team. Dalam kunjungan ini, selain membahas rencana kerjasama antar BMT ABAF dengan BSI Bekasi dalam pengembangan digitalisasi BMT/Koperasi dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah, juga membahas kerjasama setrategis mencakup teknologi E-Wallet Koperasi digital yang digunakan BMT ABAF.

Selaras dengan visi BMT ABAF yaitu digitalisasi Koperasi. Maka team BMT memastikan langkah utamanya untuk membuat “Mobile Koperasi” sekaligus sebagai salah satu identitas Koperasi Digital dengan membentuk sistem keuangan digital E-wallet dengan nama "ABAFpay". 

Dengan kerjasama yang sinergis dengan bank BSI, diharapkan BMT ABAF dapat bersaing dengan perusahan - perusahaan penyedia E-wallet lainnya dan menjadi contoh dari BMT atau Koperasi yang ada di Indonesia.




Share:

MULAILAH DARI DIRIMU

Oleh: Khairul Anam

Ada sebuah kisah menarik tentang seseorang yang punya ambisi untuk melakukan perubahan. Dengan segala energi dan pengetahuan yang ia miliki, ia bertekad untuk mengubah dunia, setelah sedemikian keras usahanya untuk mewujudkan perubahan seperti yang ia inginkan, namun hasilnya zero, terlalu berat baginya untuk merubah dunia seperti yang ia inginkan. Dengan penuh kesadaran atas beratnya tantangan yang ia hadapi dalam upaya melakukan perubahan dunia, akhirnya ia mengurungkan niatnya. Namun semangatnya tidak pernah sirna untuk melakukan perubahan, akhirnya ia turunkan jangkauan yang ingin ia rubah menjadi satu bangsa, dengan segala upayanya ia berusaha mengubah suatu bangsa dengan banyak tantangan yang mungkin tidak pernah ia perhitungkan, pun akhirnya dia menyerah.

Seiring penuaan yang semakin dirasakan dampaknya dalam dirinya dan energi semakin menurun, akhirnya ia memutuskan dan bertekad untuk merubah suatu desa menjadi desa yang ia inginkan, pun seperti sebelum-sebelumnya. Langkahnya pun gagal untuk mengubah total seperti yang ia inginkan. Usia semakin menua dan akhirnya ia bertekad untuk mengubah dirinya, lalu keluarganya, kemudian lingkungan sekitarnya, dengan cara begitu ia pun berhasil. Seraya berkata dengan penuh penyesalan, seandainya dari dulu sewaktu masih muda saya memulainya dengan mengubah diri saya sendiri, niscaya saya mampu setidaknya mengubah sebuah bangsa menjadi bangsa yang saya inginkan.

Seperti halnya kisah di atas, kalau kamu ingin melakukan perubahan dalam sebuah perusahaan, maka mulailah dari dirimu, jangan paksa orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah kau lakukan. Jangan paksa orang lain untuk disiplin kalau kamu belum bisa disiplin. Rubahlah dirimu terlebih dahulu, barulah meminta orang lain berubah. Cara ini adalah cara yang paling efektif dalam melakukan sebuah perubahan. Perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa adanya kemauan keras untuk mengubah dari dalam, terutama dari diri sendiri.

Tanpa menafikan sebuah ungkapan yang sangat populer “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan meraih kesuksesan” dan ungkapan “Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada jalan keluar” dua ungkapan ini tidak ada yang salah, dua-duanya benar dan sudah terbukti untuk banyak orang, sama sekali tidak bertentangan dengan kisah di atas. Saya tidak ingin mengatakan bahwa sosok yang disebut dalam kisah di atas gagal, yang ingin saya katakan adalah semangat harus disertai dengan ilmu/pengetahuan dan cara-cara yang cerdik, maka kesuksesan akan lebih mudah diraih dari pada semangat yang tidak disertai dengan cara yang cerdik.

Contoh sederhana kesuksesan besar yang diraih dari lingkup kecil adalah kesuksesan dakwah nabi, dakwah beliau dimulai dari pengendalian diri sendiri, keluarga kemudian orang-orang sekitarnya. Meski dibenci dan dicaci maki, ia tidak pernah memusuhi mereka. Cacian dan makian mestinya dijadikan alat untuk introspeksi diri. Seandainya beliau bersikap kasar terhadap orang-orang yang menolak dakwahnya, niscaya beliau akan ditinggalkan oleh mereka, tapi karena beliau selau bersikap lemah lembut terhadap mereka, maka terbukalah jalan hidayah buat mereka untuk mengikuti ajaran beliau. 

Cara-cara yang diterapkan nabi dalam berdakwah mestinya dapat kita teladani dan terapkan dalam semua kehidupan, di lingkungan keluarga, masyarakat tempat kerja dan sebagainya. Sikap lemah lembut, menghargai, menghormati orang lain dan sebagainya. Nabi itu sosok yang layak dihormati dan dihargai, tapi beliau tidak pernah gila hormat, justru beliaulah yang mengajarkan kepada masyarakat bagaimana seharusnya bersikap terhadap sesama, tanpa memandang kedudukan, ras dan suku. Banyak sekali hadis yang meriwayatkan tentang sikap ramah beliau terhadap sesama. 

Kita pun demikian, mulailah untuk menghargai, menghormati, sopan dan santun terhadap orang lain, karena kesombongan itu tidak pernah dibenarkan dan siapapun tidak berhak sombong selain Allah. Jabatan dan kekayaan yang kita miliki adalah sebuah titipan yang harus dijaga dan tidak boleh dijadikan sarana untuk menyombongkan diri.


Share:

Khaira Ummah

 (Sebaik-baik Umat)

Oleh: Khairul Anam

Umat Islam mendapat gelar khaira ummah bukan lantaran menganut agama yang terakhir kali turun sebagai penyempurna dari agama-agama yang ada sebelumnya. Sebagai agama bungsu, Islam mempunyai ajaran yang mencakup seluruh alam, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tidak seperti ajaran-ajaran agama sebelumnya yang terbatas oleh ruang tertentu.

Gelar khaira ummah yang Allah berikan untuk umat Islam tentu bukan tanpa dasar yang kuat. Paling tidak ada tiga poin penting mengapa umat Islam layak mendapat gelar khaira ummah dari Allah. Pertama, Islam adalah tergolong agama yang sangat toleran dan lemah lembut, terhadap pemeluknya maupun penentangnya. Mengajak orang untuk memeluk agama Islam pun tidak dibenarkan dengan cara kekerasan, arogansi dan memaksa. Cukup menyampaikan ajaran-ajarannya kepada mereka dengan baik dan lembut. “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu”.

Kewajiban umat Islam adalah menyeru kebaikan dengan baik dan lembut, bukan menyeru terhadap kebaikan tapi dengan cara-cara yang tidak baik. Persoalan mereka ikut terhadap ajakan kita adalah perkara lain di luar wilayah manusia. Sebab hanya Allah lah yang dapat memberikan petunjuk terhadap orang yang Ia kehendaki. (Al-Qashas: 56)

Al-Qur’an sebagai pedoman utama umat Islam menuntun manusia untuk selalu bekerja keras, berkreasi dan berinovasi. Karena Islam tidak menutup diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Dalam salah satu ayat al-Qur’an Allah mempersilahkan manusia dan bangsa Jin untuk menembus bulan “jika mereka mampu”, tawaran ini harus dipahami sebagai sebuah isyarat bahwa manusia dengan kemampuan akalnya dapat menembus planet bulan.

Kedua, setelah perintah menyeru terhadap kebaikan, selanjutnya mencegah kemungkaran. Kemungkaran adalah sesuatu yang dibenci dalam Islam, maka dalam mencegahnya pun tidak dibenarkan dengan cara-cara yang mungkar. Apalah artinya mencegah kemungkaran, tapi dengan cara-cara yang mungkar. Bukankah ini kemungkaran melahirkan kemungkaran baru dan begitu seterusnya.

Salah satu bentuk kemungkaran adalah kehidupan yang statis, berpangku tangan, tidak berkreasi, tidak berinovasi, tunduk pada keadaan dan menunggu belas kasihan orang. Sikap-sikap seperti ini sangat dikecam dalam Islam. Tidak ada satupun ajaran Islam yang membenarkan sikap pemalas dan frustrasi. Maka orang-orang seperti ini harus diajak terhadap kebaikan, dengan membangkitkan semangatnya dan menyadarkan mereka supaya menjadi semangat dan inovatif.

Ketiga, beriman kepada Allah. Keimanan bukan semata pengucapan dalam lisan. Lebih dari itu apa bila seseorang mampu menterjemahkan dan mewujudkan mimpi-mimpi Allah yang tertuang dalam kitab suci umat Islam. Kesempurnaan keimanan kepada Allah tidak bisa dicapai hanya dengan mengerjakan rukun iman yang enam semata. Keenam rukun iman itu sebagai induk dari kewajiban-kewajiban yang lainnya. Kerukunan dan sifat saling menghormati dan menghargai serta persatuan dan kebersamaan dapat kita temukan dalam perintah dan pelaksanaan shalat, dan begitu seterusnya.

Iman kepada Allah berarti menyatakan kesanggupan untuk tunduk dan patuh terhadap syariat-Nya, baik berupa perintah dan larangannya. Jangan merasa beriman kepada Allah kalau di sekitarnya masih banyak orang kelaparan sementara kamu hidup bermegah-megahan. Jangan pula kamu berasa beriman kalau suka mengadu domba satu sama lainnya, suka mengecilkan dan tidak menghargai orang lain. Sifat-sifat sepeti itu sama sekali tidak dicontohkan oleh nabi.

Khaira Ummah Dalam Konteks Kekinian

Dalam konteks kekinian, khaira ummah adalah umat yang kuat dalam pendidikan, ekonomi dan moral. Pertama, pendidikan. Islam bukan agama yang anti pendidikan, justru dalam banyak ayat maupun hadis nabi perintah untuk menuntut ilmu sangat banyak dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dipersilahkan menuntut ilmu sampai kapanpun dan kemanapun. Maksimalkan akal yang telah Allah anugerahkan untuk merenungkan ayat-ayat-Nya, baik ayat Qauliyah dan terutama Kauniyah. Penguatan literasi sejatinya selalu ditekankan pada umat Islam sebagaimana dulu ia berjaya, dan melahirkan banyak tokoh dari berbagai disiplin keilmuan, sehingga umat Islam dahulu sebagai penemu teori bukan penikmat. Berbeda dengan sekarang, di mana umat Islam hanya sebagai konsumen dari hasil temuan orang-orang barat. Situasi ini berbalik karena lemahnya literasi umat Islam, yang seolah-olah menjadi umat pemalas.

Pola pendidikan dari masa ke masa harus diupgrade, tidak mesti mengikuti pola-pola yang lama, yang hanya mengandalkan kekuatan telinga dengan metode pidato, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyataan zaman. Inovasi dalam pengelolaan pendidikan harus terus dikembangkan agar kita bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Sehingga buruh yang masuk kerja tiap hari pun mendapatkan pendidikan yang cukup, dan pola pikirnya akan terus berkembang sehingga tidak menjadi buruh selamanya.

Lahirnya aplikasi “Ruang Guru” adalah salah satu contoh inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi sekarang. Sehingga siapa saja dapat belajar melalui aplikasi tersebut tanpa rasa malu karena sudah berusia. Mereka pun bisa belajar apa saja di luar bidang yang ia tekuni. Bisa belajar di mana saja hanya lewat genggaman tangan. Tapi kenyataan di lapangan tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan, faktanya masih banyak orang-orang yang pikirannya KUDET, padahal media belajar sudah sangat gampang. Makan tantangan berikutnya adalah bagaimana menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan. Lihat saja mereka yang tidak belajar, lambat laun akan ditinggalkan dan tidak dibutuhkan oleh siapapun.

Kedua, penguatan ekonomi. Salah satu tolak ukur kemajuan sebuah bangsa adalah penguasaan dan kekuatan di bidang ekonomi. Kekuatan di bidang ekonomi akan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Lihat saja negara-negara miskin di dunia ini lalu bandingkan dengan negara-negara adidaya, bagaimana kehidupan warga masing-masing negara tersebut. Kalau masyarakatnya setiap hari hanya memikirkan apa yang akan di makan hari ini, dan tidak punya waktu untuk memikirkan masa depan. Bagaimana sebuah bangsa bisa maju dengan kondisi masyarakat seperti ini?

Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya, justru menyeru untuk bekerja keras dan berinovasi dan mencela orang yang bermalas-malasan. Dalam surah al-Jumu’ah Allah menyeru umat Islam untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah. Tidak ada larangan sama sekali untuk bekerja selama tidak mengabaikan kewajiban-kewajiban yang lainnya, berupa shalat dll.

Dalam Surah al-Insyirah misalnya, Allah membangun sifat optimisme dan kerja keras. Berapapun kesulitan yang tengah kau hadapi, tetaplah optimis dan bekerja keras dan setelah engkau selesai dari suatu pekerjaan, tetaplah bekerja keras untuk pekerjaan yang lain dan hanya kepada Tuhanmu lah engkau berharap. Dengan bekerja keras seseorang akan mampu memenuhi kebutuhannya dan dapat menggapai kesuksesan yang hakiki, baik jasmaniah maupun rohaniah.

Umat Islam harus survive dalam merespon kemajuan Financial Tehnologi yang terus berkembang dan menyasar hingga masyarakat menengah ke bawah. Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan untuk mengimbangi kemajuan dan tuntutan zaman. Kalau kita tidak cepat dalam merespon fintech maka kita hanya akan menjadi konsumen dari produk-produk lembaga keuangan konvensional. Kita punya konsep ekonomi yang cukup bagus dan tentu disukai oleh masyarakat umum, hanya saja kita ketinggalan dalam hal teknologi. Konsep ekonomi kita adalah berkeadilan dan tidak memberatkan.

Sejarah membuktikan bahwa salah satu faktor kemandirian dan kejayaan Islam adalah kekuatan dan kemandiriannya dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Cermati beberapa kisah sahabat nabi yang kaya raya, seperti Ustman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Hemat saya, salah satu faktor kesuksesan dakwah nabi adalah karena didampingi oleh sahabat yang komplit. Ada yang pemberani seperti Umar, ada yang bijaksana seperti Abu Bakar, ada yang pintar seperti Ali dan ada yang kaya seperti Utsman.

Rumusan sistem bisnis Islam jika dielaborasi dengan teknologi dan didesain menurut selera pangsa pasar modern akan menjadi sesuatu yang menarik terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Antusiasme umat Islam dalam fintech dapat kita lihat dari perkembangan dan menjamurnya lembaga-lembaga keuangan berbasis syariah baik berupa bank maupun koperasi. Puncaknya adalah ditandai dengan diresmikannya PT. Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2021. BSI merupakan merger dari tiga bank syariah milik BUMN yaitu PT. Bank BRI Syariah, PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank BNI Syariah.

Diresmikannya BSI adalah bukti nyata bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, pertumbuhannya dari tahun ke tahun terus naik. Pada tahun 2018 ekonomi syariah berada di peringkat ke-10 dunia, pada tahun 2019 melesat ke peringkat 5 dan pada tahun 2020 menjadi peringkat ke-4. Dari sisi kinerja, menurut Presiden Joko Widodo kinerja perbankan syariah di Indonesia lebih baik dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Ketiga, moralitas atau akhlak. Perubahan dari satu masa ke masa berikutnya tidak dapat kita hindari, perubahan ini terjadi hampir di seluruh sektor kehidupan, dan perubahan itu ada yang bersifat positif dan ada pula yang negatif. Salah satu contoh adalah kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat membentuk masyarakat Madani baik di kalangan remaja maupun bangsa. Kenyataannya justru sebaliknya, nilai-nilai kesopanan, menghargai orang tua dan prilaku baik (ahlak) semakin jarang kita temui dari kalangan remaja dewasa ini. Bukan karena pendidikan mereka rendah dan berpengetahuan dangkal. Kemajuan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi ternyata tidak menjamin moral bangsa menjadi lebih baik.

Kenapa Akhlak/moral menjadi penting dalam kehidupan bermasyarakat atau bernegara? Hemat saya, akhlak yang baik menjadi salah satu penentu keberlangsungan bermasyarakat dan negara. Tatanan sosial yang berakhlak akan berdampak terhadap keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak akan dipertontonkan lagi dengan tindakan-tindakan yang tidak bermoral seperti perampokan, pembegalan, pemerkosaan di ruang umum, pengrusakan fasilitas publik, korupsi dan tindakan-tindakan amoral lainnya.

Oleh sebab itu, salah satu misi penting diutusnya nabi Muhammad adalah untuk menyempurnakan akhlak, bukan hanya mengajak umatnya untuk menyembah Allah dan meng-Esakannya serta menyebarkan syariat Islam. Bentuk dakwah nabi tidak hanya mengajak orang untuk ber akhlak mulia, beliau sekaligus memberi contoh kepada umatnya. Itulah sebabnya Allah menyebutnya sebagai uswatun hasanah. Gelar ini beliau dapat karena sikap dan perilaku serta perkataannya selalu mengandung kebaikan. Tidak seperti kebanyakan orang saat ini, antara ucapan dan perilakunya berseberangan.

Maka salah satu syarat penting untuk menjadi khaira ummah adalah moral yang baik dan terpuji, sehingga tercipta kenyamanan dan keamanan dalam bermasyarakat maupun bernegara.

 

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Pelatihan Coresystem BMT ABAF

  Bandung, 25 Agustus 22 Sampai detik ini BMT ABAF terus mencari vendor-vendor terbaik dalam negeri yang dapat merepresentasikan kebutuhan B...

Recent Posts